Melisa Rezi

المقدمة

‌أ. الدوافع لاختيار المشكلات

العصر العباسي، بأدواره المختلفة، هو أطول العثور المعروفة في التاريخ العربي الإسلامي الحضاري، إذ أنه دام أكثر من خمسة قرون متعاقبة ، منذ سقوط الدولة الأموية في سنة 132 هـ، وحتى سقوط عاصمة الخلافة العباس بغداد تحت ضربات التاتر والمغول الهمجية في 656 هـ.

رغم أن معظم من أرخوا لهذا الحقبة التاريخ، التي تمتد منذ إطاحط المغول بعاصمة الخلافة العباسية في منتصف القرن السابع الهجري وتمتد حتى بداية العصر الحديث في القرن الثالث عشر الهجري التاسع عشر الميلادي، قد تعارفوا على تسميتها بعهد الإنحاط أو الركود، و لذلك فهذه البحث ستبحث الكاتبة بالموضوع " اللغة العربية في عصر المتتابعة التركية "

‌ب. تحديد المشكلات

من خلال معرفة المشكلات تختار الكاتبة المسائل الأساسية التى تبحثها الكاتبة في هذه المقالة فهي" اللغة العربية في عصر المتتابعة التركية " و في هذا البحث ستبحث العرب من الناحية أصلهم و أقسامهم و أحوال اجتماعيتهم و اختلاطهم و معارفهم و دياناتهم و اخلاقهم.

‌ج. المشكلات المبحوثة

أما المشكلة التي تمكن ان توجد في بهذه المقالة فهي: " كيف اللغة العربية في عصر المتتابعة التركية ؟ "

‌د. فوائد البحث

الفوائد المستفادة من بحث المشكلات في هذه المقالة فيما تلى:

‌أ). منفعة النظري هو ليعلم اللغة العربية في عصر المتتابعة التركية

‌ب). منفعة العمليّ هو ليأخد الباحثون الآخر من الدافع ليبحثون كمثل هذا البحث, ولكن يحتاج في متوسع و متعمق.

البحث

اللغة العربية في عصر المتتابعة التركية

أ‌. التاريخ عن عصر المتتابعة التركية

Zaman Abbasiyyah berlangsung mulai dari tahun 750-1258, Setelah itu barulah masuk ke ashr al-inhithat ( Zaman Kemunduran ) mulai dari tahun 1258-1798. Akan tetapi sebelum masuk ke zaman kemunduran, ada juga yang menyebutkan adanya silver age (Zaman Perak), yaitu antara tahun 1055-1258.

Pada tahun 1055 orang-orang Turki mulai bermunculan di Asia Kecil dan Asia Tengah dan mendirikan kerajaan baru yang bernama Turki Saljuk. Mereka memperluas daerahnya hingga utara dan timur, Iran, Azerbaijan, Anatolia dan Syiria Utara. Pada zaman ini khalifah di Baghdad, secara politis, mulai lemah dan beberapa daerah islam secara bertahap mulai melepaskan diri dari pemerintahan khalifah secara langsung.

Meskipun keadaan politik tidak stabil, kesusastraan Arab masih tetap tumbuh, khususnya dari segi kuantitas. Sementara, dari segi kualitasnya mulai memburuk. Pada zaman ini, kesustraan persia mulai bangkit kembali. Perlu disebutkan bahwa seorang penyair terkenal Persia Omar Khayyam hidup antara tahun 1050-1122.

Salah satu ciri zaman ini adalah:

1. Munculnya daya tarik terhadap bidang pendidikan. Ini terlihat dengan munculnya beberapa sekolah dan universitas.

2. Karya-karya sastra dipengaruhi oleh munculnya daya tarik terhadap bidang-bidang logika. Diantara penulis besar dan juga filosof pada saat itu adalah al-Ghazali (1059-1111), al-Zamakhsari (1075-1143), dan Ar-Razi (1149-1209).

3. Salah satu pengarang penting pada zaman ini adalah al-Hariri di Basrah (1054-1122). Ia terkenal dengan bukunya al-Maqamat yang berisi 50 cerita atau kumpulan tulisan yang dielaborasi dengan gaya prosa lirik.

4. Pengarang lainnya adalah dari Mesir dan Syiria. Pada zaman ini, Mesir dan Syiria disatukan oleh Saladin dan penerusnya, diantaranya adalah Usama bin Munqidh (1095-1188) seorang penulis autobiografi, dimana pada saat itu puisi-puisi mistik juga berkembang oleh penyair besar Andalusia Ibnu Arabi

5. Pada zaman ini, di Sisilia dan Spanyol juga banyak sastrawan yang muncul. Pada zaman Dinasti Almoravid dan Dinasti Almohades, kita akan menemukan penyair besar Ibn Quzman dan Ibnu Tufail yang menulis Hayy Ibn Yaqzan.

6. Di Sissilia yang pada saat itu juga di bawah pengaruh Spanyol, mempunyai beberapa filolog dan sastrawan, diantaranya adalah Ibnu Hamdis yang terkenal kecintaannya terhadap alam.

7. Pada zaman ini, ada dua bentuk puisi yang berkembang di masyarakat muslim di Spanyol, yaitu muwashshat dan zajal.

Setelah masa-masa ini, barulah masuk Masa Kemunduran dengan periode antara 1258-1798. Bermula dari tahun 1258, dimana pada waktu itu Dinasti Abbasiyyah diserang habis-habisan oleh Mongol, sehingga Baghdad tak hanya hancur secara politis, tapi juga secara kultural. Ribuan buku dihancurkan dan dibuang ke sungai besar di Iraq, dan Islam menjadi terpecah-pecah ke dalam beberapa wilayah..[1] Hal ini dilakukan oleh pasukan mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan. Bangsa mongol berasal dari daerah pegunungan mongolia, nenek moyang mereka bernama Alanja Khan, yang mempunyai dua putra kembar yaitu Mongol dan Tatar. Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan, melahirkan pemimpin bangsa Mongol di kemudian hari. Ilkhan adalah gelar yang diberikan kepada Hulagu sehingga lahirlah Dinasti Ilkhan. Daerah yang dikuasai dinasti ini adalah yang terletak di Asia Kecil Tenggara dan Timir dengan Ibu Kota Tabris. Umat islam dipimpin oleh Hulagu Khan, seorang yang beragama Syamanism. Hulagu meninggal tahun 1265 M, dan diganti oleh anaknya Abagha yang masuk kristen. Lalu digantikan lagi oleh Raja yang ketiga Ahmad Teguder, dia ditantang dan dibunuh oleh pembesar kerajaannya karena beragama Islam, selanjutnya diganti oleh Argun yang telah membunuh Ahmad Teguder, dia adalah raja yang kejam terhadap umat islam. Selain Teguder, Mahmud Ghazan raja yang ketujuh dan raja-raja selanjutnya beragama Islam. Dengan masuk Islamnya Mahmud Ghazan ini sehingga Islam meraih kemenangan dari orang Persi mendapat kemerdekaan setelah itu digantikan oleh Ahmad Hudabanda, lalu digantikan lagi oleh Abu Sa’id pada masa Abu Said inilah kerajaan Ilkhan ditalukkan oleh Timur Lenk yang merupakan keturunan Mongol. Timur Lenk tersebut menghancurkan pusat-pusat kekuasaan islam lainnya dan dia juga melakukan perluasan wilayah ke Khurasan, Afganistan, Persia, Fars, Kurdistan, Irak, Syiria, Turki, Moskow. Kerajaan Usmani dianggap sebagai tantangan besar, tapi akhirnya dia bisa menaklukkannya, lalu setelah Timur Lenk meninggal, ia digantikan oleh anaknya. setelah itu kerajaan Timur Lenk melemah karena kerajaan mulai terpecah belah.[2]

Setelah surutnya kerajaan Timir Lenk, lalu muncullah Dinasti Mamalik jama’ dari mamluk yaitu budak, dinasti ini didirikan oleh para budak yang berada di Mesir, Dinasti ini dahulunya merupakan jajahan dari Raja Hulagu Khan dan Timur Lenk. Dinasti Mamalik membawa warna baru dalam sejarah politik Islam, dalam bidang pemerintahan, dalam bidang ekonomi dan Ilmu Pengetahuan. Akan tetapi Dinasti Mamalik sedikit demi sedikit mengalami kemunduran karena banyaknya pernguasa Mamluk yang bermoral rendah dan munculnya suatu kekuatan politik baru yaitu kerajaan Turki Usmani yang melawan Dinasti Mamalik tahun 1517 hingga berakhir riwayatnya.[3]

Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar yaitu Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia, dan Kerajaan Mughal di India

1.Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang berasal dari wilayah asia tengah, yang termasuk suku terkaya ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam. Hal ini berawal dari penyerbuan pasukan Saljuq yang dipimpin erthogrol (ayah Usman) ke daerah Bizantium maka mereka pun menang atas bangsa Romawi tersebut. Erthrogol mempunyai seorang putra yang bernama Usman yang diperkirakan lahir pada tahun 1258, nama usman Inilah yang diambil sebagai nama untuk kerajaan Turki Usmani. Setelah ayahnya meninggal maka baru dia diangkat menjadi pengganti ayahnya untuk memimpin suku bangsa Turki (1290-1326). Kota besar di Turki pada saat itu adalah Konstatinopel dan menjadi pusat pemerintahan kerajaan Bizantium.[4]

2.Kerajaan safawi berasal dari sebuah tarikat yang berdiri di ardabih sebuah kota di Azarbaijan, terikat ini diberi nama tarekat Syafawiyah, didirikan pada waktu yang hampir bersamaan dengan berdirinya kerajaan Usmani. Nama safawiyah diambil dari nam,a pendirinya yaitu Safi al-Din (1252-1334m) dan nama safawi ini tetap dipertahankan sampai tarekat ini menjadi gerakan politik. Bahkan nama itu terus dilestarikan setelah gerakan ini berhasil mendirikan kerajaan.

3.Kerajaan mughal di India, dengan Delhi sebagai Ibu Kota, didirikan oleh Zahirudin Babur (1482-1530 M), salah satu cucu dari Timur Lenk.[5]

ب. حالة اللغة العربية وأدبها في ذلك العصر

لما اكتسح التتار ممالك الدولة العباسية، وقتلوا العباد وأبادوا الكتب، وافترقوا إلى ممالك متعددة بآسيا وشرقي أوربة، لم يلبثوا أكثر من نصف قرن حتى أسلموا وشرعوا يخدمون الإسلام بتقريب العلماء إليهم وترغيبهم في التأليف، فأفاد ذلك في إدامة الحركة العلمية في الجملة، وإن لم يفد اللغة العربية فائدة تذكر، لمكان العجمة منهم، أما علوم العرب وأدبها فلم يكن مبائة ترجع إليها إلا البلاد العربية كالشام مصر، فأصبحت القاهرة هى المثابة الأخيرة للعرب والعربية، نعم إن حكومتها كانت تركية أو شركية ولكن لم يكن لرجالها وجنودها عصيبة قوية تجعل لغتهم تزاحم العربية، فبقيت بطبيعة الحال اللغة الرسمية هى العربية، وأصبح العلماء هم رجال الإدارة والكتابة والقضاء والحسبة وغيرها من المناصب الملكية، والقتصر المليك على مراتب الجندية والمناسب العسكرية، غير أن تلك الحال لم تدم أكثر من مدة المليك وصدر الدولة العثمانية الوارثة لهم، ثم أصبحت اللغة التركية العثمانية فزاحمت العربية مزاحمة ظهر أثرها بينا في تحرير الرسائل الديونية والمعاهدات السياسية، ودخل في اللغة أثناء دولتي المماليك والعثمانيين كثير من الألفاط التركية والفارسية. [6]

Factor utama yang menyebabkan kemunduran intelektual dan bahasa arab karena penyerangan yang berulang-ulang oleh gerombolan yang bersenjata dari asia timur ke negeri-negeri islam, orang-orang saljuk bangsa yang berbahasa turki mulai menyerbu daerah kekuasaan islam sejak awal abad ke-11. [7]Walaupun mereka telah menganut agama islam tapi mereka lebih suka menganjurkan pemakaian bahasa Persia sebagai bahasa Negara dan sastra di kawasan mereka tersebut ( transoziania dan khurasan).

Singkatnya proses kemunduran telah berlangsung dengan cepat sehingga membawa dunia islam kembali pada masa kelam ,seluruh wilayah bangsa arab telah dikuasai turki dan sebagian yang lain oleh bangsa eropa walaupun dalam jangka waktu panjang Usmani memberikan kesempatan hidup yang lebih baik berkat konsolidasi yang dilakukan Turki dalam bidang agama dan politik, namun dengan membuat rugi dari segi bahasa dan kebudayaan arab serta memberikan dampak yang tidak berarti terhadap perkembangan intelektual. Selain itu kemunduran bahasa arab juga terjadi diakibatkan orang arab itu sendiri, banyak diantara mereka yang lebih senang belajar bahasa Turki, karena mengharapkan kedudukan resmi dalam bidang pemerintahan.

Pada zaman ini kesustraan bersifat artifisial dan imitatif, kurang orisinal. Prosanya banyak yang berima, bertemakan puji-pujian, bergaya retoris dan unsur sentimentalnya berlebihan.

Demikianlah gambaran tentang kesusastraan Arab pada zaman kemunduran. Meski namanya zaman kenunduran, tapi tidak sedikit para sastrawan ternama yang muncul pada zaman ini.[8]

ج. أحوال ذلك العصر

1.الحال السياسية

يقسم هذا العهد من الوجهة السياسية الى طورين: الطور المغولي والطور العثماني. اما الأولا فأهم احداثه استيلاء هولاكو على بغداد واجتياح تيمورلنك بلاد الشام. واما الثاني فقد بدأ بانتصار سليم الفاتح على قانصوه غيري وامتدادسلطانه الى الشام ومصر وانتهى بحملة بونابرت على مصر.

2. الحال الإجتماعية

كانت الأوقات عصيبة فعمد البعض اللى الإستمتاع بالدنيا ليسلوا همومهم ولجأ غيرهم الا الزهد للستعاضة بالآخرة

3 . الحال الأدب

اطفأ المغول جذوة الادب ولكن المماليك في مصر والشام حفظوا رونقة بتأسيس المعاهد والمساجد وتنشيط حركة ولما جاء العهد العثماني وشاعت اللغة التركية انحط الادب العربي الى اسفل الدركة.[9]

د. نماذح من الأدب العربي

1. الشعر

رغم التقدم الذي حدث في بعض العلوم في هذا العصر، إلا أن الشعر العربي لم يتبغ فيه الا قلة قليلة من الشعراء، ولم يكن مستوى شعرهم كما كان عليه الشعير العربي في العصور السابقة ولعل هذا هو ما جعل المؤرخين يسمون العصر بعصر الإنحطاط أو الركود. ومن أشهر شعراء تلك الحقبة

‌أ) الشاعر البوصيري، الذي نظم قصيدة "البردة" في مدح الرسول المصطفى محمد صلى الله عليه وسلم. وللشاعر البوصيري قصائد أخرى في مدح الرسول صلوات الله وسلامه عليه. أما قصيدة البردة البوصيري فلها شهرة عالمية واسعة، فقد ترجمت الى عدة لغات عالمية، منها: الفارسة، والتركية، والألمانية، والللانينية.

‌ب) الشاعر ابن الوردي واسمه الكامل هو زين الدين عمر بن الوردي وقد ولد في سنة 689 هجرية بمعرة النعمان في بلاد الشام.

‌ج) الشاعر صفي الدين الحلى الذي ولد سنة 677 هجرية بالحلة من مدن الفرات. ومن أجل ما نظمه صفي الدين الحلي هذه الأبيات في وصف الربيع.

‌د) ابن نباته واسمه الكامل هو أبو بكر جمال الدين الفرشي. كان ابن نباتة كثير الشكوي من الفقر والشيب وكثرة الأولاد وقد عبرة عن ذلك في شعره وهو كغيره من شعراء زمانه يعتمد على البديع والزخرف اللفظي في الشعر.[10]

2. النثر

من أعلم المؤلفين في تلك الفترة:

‌أ) ابن خلكان: وهو قاضي القضاء شمس الدين أبو العباس احمد بن ابراهيم بن أبي بكر بن خلكان الأربلي. ووضع كتابا عظيم الفائدة في التراجم وتاريخ الأعبان وهو كتاب وفيات الأعيان وأنباء أبناء الزمان

‌ب) ابن خلدون: وتلقى العلم منذ الصغر على يد والده أولا ثم على بقية مشاهير علماء عصره وأقبل على قراءة الكتب العقلية والفلسفية. وكانت ثمرة علمه وتحصيله كتابه الشهير في التاريخ كتاب العبر وديوان المبتدأ والخبر في أيام العرب والعجم والبربر. أما من ناحية أسلوب ابن خلدون الأدبي فإنه وان كان ملتزما ببعض قواعد المحسنات البديعية التي كانت شائعة في زمانه الا أنه يعتبر من أجمل الأساليب العلمية الأدبية في اللغة العربية.

‌ج) القلقشندي: أبو العباس شهاب الدين أحمد بن على القلقشندي وهو عربي الأصل. و القلقشندي عالم بحاثة له مؤلفات كثيرة عظيمة الفائدة، تدل على مقدرته العلمية منها نهاية الأرب في معرفة قبائل العرب. أما أهم كتب القلقشندي من الناحية الأدبية فهو كتاب صبح الأعشى في صناعة الإنشا

‌د) السيوطي: العلامة الشهير عبد الرحمن جلال الدين بن الامام كمال الدين الحضيري السيوطي. وله مؤلفات كثيرة في معظم فروع العلوم والأدب والدين واللغة. وتزيد مؤلفاته في عددها على الثلاثماته مؤلف وكلها عظيمة الفائدة.

‌ه) المقريزي: أحد مشاهير من كتبوا في التريخ والجغرافيا في تلك الحقبة من التاريخ واسمه الكامل هو أبو العباس تقي الدين أحمد بن علي

‌و) القزويني: أحد أهم من ألف في علم الكائنات أي علم الهيئة

‌ز) الدمبري: وهو من أشهر من ألف في الحيوان وله في ذلك كتاب عظيم الفائدة اسمه حياة الحيوان الكبري

‌ح) الأبشيهي: صاحب كتاب "المستطرف في كل فن مستظرف" وهو كتاب شهير يحمل بين دفتيه الطرف والملح الأدبية وقصص العرب واستشهادات من القرآن والسنة ونتفا من علوم عصره المختلفة.[11]

كان النثر في هذا العصر ثلاثة أنواع:

‌أ) الكتابة الديوانية

موضوعاتها الرسائل التي تصدر عن "ديوان الإنشاء" من ميزاتها المحافظة على الألقاب والنماذج المرعية. وقد طغى عليها الزخف اللفظي فشوهها. وقضى عليها انتشار اللغة التركية. اشتغل بها محي الدين بن عبد الله الظاهر وابنه فتح الدين وتاج الدين بن الاثير وشهاب الدين الحلي والقلقشندي.

‌ب) الرسائل الأدبية

موضوعها الإخوانيات. وقد ذهب برونقها تكلف المحسنات اللفظية. من اصحابها بدر الدين الحلي والقلقشندي.

‌ج) النثر العلمي

سار اصحابه على الاسلوب المرسل وأسف المتأخرون منهم فاقترب انشاؤهم من النثر العامي.

الخاتمة

أ‌. الخلاصة

1. عصر العباس يبدأ سنة 750-1258، ثم بعد هذا العصر هو عصر الإنحطاط ( عصر المتتابعة التركية )، منذ سنة 1258 سقط بغداد إلى ايدر التتار يسمى عهد الإنحطاط لأن إنحطاط في الأدب و هو جعلت اللغة العربية لغة التركية و الفارسية.

2. أما حال السياسية في هذا العصر ينقسم الى طورين فهو الطور المغولي والطور العثماني. و أما حال الإجتماعية فهو كانت الأوقات عصيبة فعمد البعض اللى الإستمتاع بالدنيا ليسلوا همومهم ولجأ غيرهم الا الزهد للستعاضة بالآخرة. و أما حال الأدب فهو اطفأ المغول جذوة الادب ولكن المماليك في مصر والشام حفظوا رونقة بتأسيس المعاهد والمساجد وتنشيط حركة ولما جاء العهد العثماني وشاعت اللغة التركية انحط الادب العربي الى اسفل الدركة.

3. أما الشعراء في هذا العصر فهو البوصير، ابن الوردي، صفي الدين، ابن نباته.

4. أما من أعلم المؤلفين في النثر فهو ابن خلكان، ابن خلدون، القلقشندي، السيوطي، المقريزي، الدمبري، الأبشيهي.كان النثر في هذا العصر ثلاثة أنواع: الكتابة الديوانية، الرسائل الأدبية، و النثر العلمي.

ب‌. التعليق

لعلى القارئ يستطيع أن يجعل هذه المقالة المراجع في تعليم فقه اللغة.



[1]Males sutiasumarga, Kesastraan Arab (Asal Mula dan Perkembangannya), (Jakarta: Zikrul Hakim, 2001), h 89-93

[2] Badri yatim, Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiyah II), (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1993), h 111-123

[3] Ibid, h 123-128

[4] Anwar C, Bahasa Arab Dan Peranannya Dalam Sejarah, (jakarta: PPPB, 1997 ), h 52

[5] Op. Cit, h 138-147

[6] احمد الإنكندري و مصطفى عناني، الوسيط في الأداب العربي وتارخية، (دم: دار المعارف، 1398هـ -1978م)، ص 290-291

[7] Op. Cit, h 99

[8] Ibid, h 96

[9] حنّا الفاخوري، تاريخ آداب العرب (الطبعة الثانية عشرة)، (بيروت-لبنان: المكتبة البولسية، 1987), ص 859-861

[10] عمر الطيب الساسي، دراسات في الأداب العربي، (جدة: دار الشروق, 1411/1414هـ-1991م)، ص 73-78

[11] نفس المرجع، ص 79-82