DWI HILMA BEFI

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada negara-negara yang sudah berkembang ataupun yang sudah mengalami stabilitas politik dan agama, pendidikan menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Masyarakat mulai ramai memperdebatkan fungsi dan tujuan pendidikan. Akibat ramainya pembicaraan mengenai pendidikan umum, maka pendidikan kejuruan hampir tersisih dari percaturan pendidikan. Dengan adanya berbagai penemuan luar biasa di bidang teknologi ternyata pendidikan kejuruan yang selama beberapa tahun diabaikan, kemudian menjadi objek pembicaraan yang cukup hangat.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dari ilmu pengetahuan, maka perubahan-perubahan pesat terjadi pula dalam bidang pendidikan. Sesuai dengan dasar pandangan bahwa pada hakikatnya pendidikan itu berlangsung sepanjang hidup manusia (long-life education), maka persoalan psikologis yang bersangkutan dangan pendidikan luas sekali. Masalah belajar dan mengajar sejak dulu sampai sekarang terus menerus banyak mendapat perhatian, baik di kalangan pakar ilmu pendidikan dan psikologi yang melihatnya dari sudut pedagogis dan psikologi maupun di kalangan praktisi pendidikan. Berpangkal pada cara pendekatan operasional itulah, maka makalah ini akan menjelaskan tentang psikologi pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

1. Pengertian belajar dan pembelajaran

2. Pengertian psikologi pembelajaran

3. Unsur-unsur pembelajaran

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi PBM

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Belajar dan Pembelajaran

1. Belajar

Di samping kepandaian-kepandaian yang bersifat jasmaniah, anak (manusia) itu membutuhkan kepandaian-kepandaian yang bersifat rohaniah. Manusia bukan hanya makhluk biologis seperti halnya denagn hewan. Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Jelaslah kiranya, bahwa belajar sangat penting bagi kehidupan seorang anak manusia. Manusia selalu dan senantiasa belajar bilamanapun dan dimanapun dia berada.

Sebagai landasn penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi:

1) Hilgard dan Bower, dalam buku Theories of Learning (1975) mengemukakan, “Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, di mana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.” [1]

2) Hintzman dalam bukunya The Psychology of Learning and Memory (1978) mengatakan bahwa “Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme disebabkan pengalaman tersebut yang bias mempengaruhi tingkah laku organisme itu.” [2]

3) Gagne, dalam buku The Conditions of Learning (1977) menyatakan bahwa: “Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu dari waktu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.” [3]

4) Morgan, dalam buku Introduction to Psychology (1978) mengemukakan “Belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman.” [4]

5) Laurin, seperti dikutip Effendi & Praja (1993), dalam bukunya Building the High School Curriculum (1958) mengemukakan bahwa “ Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.” [5]

Berdasarkan beberapa rumusan definisi tersebu, bisa dikemukakan beberapa unsur penting yang menjadi ciri atas pengertian mengenai belajar, yaitu sebagai berikut:

a. Situasi belajar mesti bertujuan dan tujuan-tujuan tersebut diterima, baik oleh individu maupun masyarakat.

b. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku dan perubahan itu bisa mengarah pada tingkah laku yang lebih baik, akan tetapi juga ada kemungkinan mengarah pada tingkah laku yang lebih buruk.

c. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman.

d. Untuk bisa disebut belajar, perubahan itu harus relatif mantap.

e. Tingkah laku yang mengalami perubahn karena belajar menyangkut aspek-aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis.

2. Pembelajaran

Kata “pembelajaran” adalah terjemahan dari kata “instruction”, yang banyak dipakai dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Selain itu, istilah ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang diasumsikan dapat mempermudah siswa mempelajari segala sesuatu lewat berbagai macam media seperti bahan-bahan cetak, program televisi, gambar, dan lain-lain, sehingga semua itu mendorong terjadinya perubahan peranan guru dalam mengelola proses belajar mengajar, dari guru sebagai sumber belajar menjadi fasilitator dalam belajar mengajar.

Gagne (1992:2) menyatakan bahwa:

“Instruction is a set of event that effect learners in such a way that learning is facilitated.” [6]

Oleh karena itu menurut Gagne, mengajar atau “teaching” merupakan bagian dari pembelajaran (instruction), dimana peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu.

Dalam istilah “pembelajaran” yang lebih dipengaruhi oleh perkembangan hasil-hasil teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar, siswa diposisikan sebagi subjek belajar yang memegang peranan utama, sehingga dalam setting proses belajar mengajar siswa dituntut beraktivitas secara penuh bahkan secara individual mempelajari bahan pelajaran.

Dengan demikian, kalau dalam istilah “mengajar (pengajaran)” atau “teaching” menempatkan guru sebagai “pemeran utama” memberikan informasi dalam “instruction” guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, memanage berbagai sumber dan fasilitas untuk dipelajari siswa.

B. Psikologi Pembelajaran

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, maka perubahan-perubahan pesat terjadi pula dalam bidang pendidikan. Dalam psikologi, kepatuhan yang datang dari luar merupakan isyarat adanya konflik antara ototitarianisme dan demokrasi. Dalam pendidikan, kepatuhan memang perlu, tetapi kepatuhan itu sendiri hendaknya tidak sepihak. Kepatuhan sebaiknya terjadi secara timbal-balik di antara semua pihak yang terlibat di dalam pendidikan, baik itu anak didik, pendidik, kurikulum, maupun fasilitas pendidikan. Di sinilah letak pentingnya psikologi dalam pendidikan khususnya dalam pembelajaran. Dalam hal ini penerapan psikologi terutama psikologi belajar memerlukan pemikiran yang mendalam, agar pelayanan atau perlakuan pendidik terhadap anak didik sesuai dengan sifat dan hakikat anak didik. Inti persoalan psikologis dalam proses pendidikan atau pembelajaran adalah terletak pada anak didik, sebab pendidikan pada hakikatnya adalah pelayanan bagi anak didik. Agar pelayanan itu mengubah tingkah laku anak didik ke arah perkembangan pribadi yang optimal, maka pelayanan itu hendaknya sesuai dengan sifat dan hakikat anak didik.

C. Unsur-unsur Pembelajaran

Unsur dalam sistem pembelajaran adalah seorang siswa atau peserta didik dengan suatu prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya Kurikulum dan Pembelajaran, mengemukakan unsur – unsur pembelajaran sebagai berikut :

1. Unsur dinamis pembelajaran pada diri guru

a. Motivasi pembelajaran siswa

b. Kondisi guru siap membelajarkan siswa

2. Unsur pembelajaran sesuai dengan unsur belajar

a. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran.

b. Sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada buku pelajaran, pribadi guru, dan sumber masyarakat.

c. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru, siswa sendiri, dan bantuan orangtua.

d. Menjamin dan membina suasana belajar yang efektif.

e. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. (Oemar Hamalik, 1995:68).

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi PBM

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa belajar adalah suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku dan atau kecakapan. Berhasil atau tidaknya belajar itu tergantung kepada bermacam-macam faktor. Adapun faktor-faktor itu, dapat dibedakan menjadi dua golongan[7] , yaitu:

1. Faktor individual yaitu yang berasal dari dalam diri individu atau organisme itu sendiri, di antaranya:

a. Kematangan / Pertumbuhan

b. Kecerdasan

c. Latihan dan ulangan

d. Motivasi

e. Sifat-sifat pribadi seseorang

2. Faktor sosial yaitu faktor dari luar individu tersebut, di antaranya:

a. Faktor keluarga

b. Guru dan cara mengajarnya

c. Alat-alat pelajaran

d. Motivasi sosial

e. Lingkungan dan kesempatan


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku yang terjadi melalui latihan dan pengalaman, sedangkan pembelajaran lebih dipengaruhi oleh perkembangan hasil-hasil teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar, siswa diposisikan sebagi subjek belajar yang memegang peranan utama.

2. Psikologi pembelajaran memerlukan pemikiran yang mendalam, agar pelayanan atau perlakuan pendidik terhadap anak didik sesuai dengan sifat dan hakikat anak didik.

3. Unsur-unsur pembelajaran digolongkan menjadi dua macam yaitu :

a. Unsur dinamis pembelajaran pada diri guru

b. Unsur pembelajaran sesuai dengan unsur belajar

4. Faktor-faktor dalam PBM

1) Faktor individual

a. Kematangan / Pertumbuhan

b. Kecerdasan

c. Latihan dan ulangan

d. Motivasi

e. Sifat-sifat pribadi seseorang

2) Faktor sosial

a. Faktor keluarga

b. Guru dan cara mengajarnya

c. Alat-alat pelajaran

d. Motivasi sosial

e. Lingkungan dan kesempatan

B. Saran

Melalui makalah ini diharapkan agar :

1. Para pendidik dapat memahami akan peranannya sebagai fasilitator bagi para siswa dalam proses belajar mengajar agar maksud atau tujuan dari belajar itu sendiri dapat tercapai dengan maksimal.

2. Dengan adanya penjelasan tentang psikologi pembelajaran serta unsur-unsur dalam PBM itu sendiri, diharapkan agar proses pembelajaran yang dilakukan terlaksana dengan tanpa mengabaikan psikologi peserta didik demi tercapainya tujuan yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, Ngalim. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi KBK. Jakarta: Kencana

Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia

Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Suryabrata, Sumadi. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada



[1] M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan,(1990:84)

[2] Alex Sobur, Psikologi Umum, (2003:220)

[3] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (1990:84)

[4] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (1990:84)

[5][5] Alex Sobur, Psikologi Umum, (2003:220)

[6] Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi KBK, (2005:78)

[7] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (1990:102-106)