Oleh :

Rona Amelia

HASIL OBSERVASI PENULIS

Penuis melakukan observasi kepada tiga orang anak yaitu :

1.

a. Nama : Arini

b. Jenis kelamin : Perempuan

c. Usia : 14 bulan

d. Alamat : Kel Koto Tangah Koto Nan IV. Payakumbuh Barat

Observasi yang pertama dilakukan terhadap anak ini yaitu pada hari minggu tanggal 14 maret tahun 2010, yaitu ketika anak ini minta makan kepada orang tuanya ketika itu sambil yang disajikan oleh orang tuanya lauknya adalah ayam dengan reflek anak tersebut menggungkapkan kata “ tan “ yang artinya ikan , ketiaka dilkukan wawancara dengan dengan orang tuanya ternyata anak ini ketika setiap mintak makan dan ketiaka melihat lauknya dia selalu menggatakan “tan” apapun lauknya

Observasi kedua diaksankan pada hari sabtu tanggal 19 maret tahun 2010 anak tersebut menaiki meja belajar kecil dan menggungkapkan benda tersebut dengan “ tak” yang artinya tu tak yang dimaksud dari kalimat tersebut yaitu bendi yang ditumpangi

Observasi ketiga sabtu tanggal 10 april 2010 ketika anak ini bertemu dengan ibuk-ibuk sebaya neneknya dia bilang “nek”,dan om bagi yang sebaya omnya, dan tanggal 11 aprilnya begitu juga dengan sebutan nte ketiak bertemu denagn sebaya dengan tantenya,

Setelah dilakukan wawancara dengan oranga tuanya yang dipanggilnya nenek denagann sebaya neneknya karena hampir setiap hari dia bertemu dengan nenek tersebut yang sebaya dengan neneknya.

2.

a. Nama : Aulia Putri

b. Jenis kelamin : Perempuan

c. Usia : 19 bulan

d. Alamat : Kel Koto Tangah Koto Nan IV. Payakumbuh Barat

Observasi pada anak ini yang pertama dilakukan pada hari tanggal hari Jumat 16 april tahun 2010 aulia ini ketika bertemu dengan ibuk-ibuk sebaya dengan neneknya ketiaka di tanya siapa yang datang di belum mampu menggungkapkan dengan sebutan nenek.

a. Nama : Irsyad Al-Khalid

b. Umur : 5tahun 5 bulan

c. Tempat tanggal lahir : Payakumbuh 4 Oktober Desember 2005

d. Jenis kelamin : laki-laki

e. Alamat : Kel Koto Tangah Koto Nan IV. Payakumbuh Barat

Observasi yang ketiga ini observasi yang dilakukan kepada pokonakaan penulis, ketika penulis dan pokanan sedang menonton televisi tentang tanaman hias ketika ditayangkan bunga angrek secara spontan anak ini mengungkapkan itu bunga angrek ya nte.

Observasi kedua ketiaka pulang sekolah anak ini menyakan pada neneknya kebetulan anak ini tinggal bersama nenek dan kakeknya.dia menyakan pada neneknya "aku puan-puan atau laki-laki laki nek" maksudnya anak ini menanyaykan dia perempauan atau laki-laki.

C. Analisis Penulis

Dari hasil obervasi yang penulis lakukan terhadap pemerolahan semantik 3 anak diatas dapat penulis analisisis sebagaimana dibawah ini:

a.) Analisis terhadap anak yaang berusia 14 bulan

Pemerolehan semantik pada usia 14 bulan berarti pemerolehan semantik pada anak ini tahap pemerolehan makna yaitu tahap penyempitan kata yaitu antara umur 1:0-1:6 pada tahap ini kanak-kanak menggap satu benda yang dicakup oleh satu benda tertentu yang dicakup oleh satu makna menjadi nama dari benda itu.

Sementara yang dilapangan sebagian sudah sesuai dengan teorinya sebagai contoh ketika anak ini minta makan dengan apapun sambalnya dia akan menyebutnya dengan sebutan "tan", akan tetapi lain halanya anak ini telah mampu menyebutkan nama nenek ketika bertemu dengan selain neneknya saja, sementara apabila bertemu dengan om yang sebaya omnya sudah mampu mnyapa dengan panggilan

Setelah dilakukan observasi teryata anak ini hidup dilingkungan yang banyak bertemu dengan orang baru dan sering dilihatnya karena orang tuanya mepunyai bengkel mobil tahap penyempitan makna kata, dan otomatis anak ini sering berintreaksi dengan orang lain selain anggota keluarganya.sehingga dia mampu meyapa orang-orang yang sering dilihatnya

b.) Anlisis terhadap anak yang kedua

Pemerolehan semantik pada usia 19 bulan berarti pemerolehan semantik pada anak ini Tahap Generalisasi berlebihan. Tahap ini berlangsung antara usia satu tahun setengah sampai dua tahun setengah (1:6 – 2:6). Pada tahap ini kanak-kanak mulai menggeneralisasikan makna suatu kata secara berlebihan. Pada tahap ini kanak-kanak mulai menggeneralisasikan makna suatu kata secara berlebihan.

Dilapangan belum sesuai dengan teorinya sebagian contoh anak ini belum mampu menggungkapkan ibuk-ibuk yang seusia dengan neneknya dengan sebutan nenek. Setelah dilakukan wawancara dengan orang tuanya ternyata anak ini jarang dibawa keluar dan yang sering ditemuinya hanyalah anggota keluarganya saja seperti mam , papanya an neneknya .

Dapat disimpulkan penuis simpulkan bahwa pemerolahan semantik anak yang pertama lebih cepat dari pada anak yang kedua yang seharusnya sesuai dengan teori, anak yang kedua pemerolahan semantiknya lebih dahulu dan cepat dari anak pertama akan tetapi sebaliknya.

Teori mengatakan salah satu asumsi yang menjadi dasar hipotesis fitur-fitur semantic adalah karena pemilihan fitur-fitur yang berkaitan ini didasarkan pada pengalaman kanak-kanak sebelumnya, maka fitur-fitur ini pada umumnya didasarkan pada informasi persepsi atau pengamatan, setelah dilakukan wawancara denagan masing-masing orang tua, ternyata anak yang pertama lebih banyak berintreaksi dengan orang dewasa sehingga informasi persepsinya lebih banayak dan cepat dibangdingkan anak yang kedua informasi pengamatan lebih sedikit dibandingkan anak yang pertama

Analisa terhadap anak beusia 5 tahun 5bulan

Sementara analisis terhadap anak yang ketiga yaitu berusia 5,5 tahun sesui teori ini sesuia dengan tahap generalisasi disini anak Tahap ini berlangsung setelah kanak-kanak berusia lima tahun. Pada tahap ini kanak-kanak telah mulai mampu mengenal benda-benda yang sama dari sudut persepsi, bahwa benda-benda itu mempunyai fitur-fitur semantic yang sama.

Pada anak yang ketika ini sudah sesuai dengan teori karena anak ini sudah mampu mengenal benda-benda yang sama dari sudut semantiknya sebagaimna contoh anak ini sudah mampu megkasifikasikan fitur-fitu semantik yang sama seperti dia sudah mampu membedakan anggrek dengan bunga saja, akan tetapi pemerolehan semantiknya belum begitu sempurna.

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasarkan teori Clark (1977) dan observasi penulis secara umum menyimpulkan perkembangan pemerolehan semantik ini kedalam emapt tahap, yaitu :

a. Tahap penyempitan makna kata

Tahap ini berlangsung antara umur satu sampai satu setengah tahun ( 1:0 – 1:6 ). Pada tahap ini kanak-kanak menganggap satu benda tertentu yang dicakup oleh satu makna menjadi nama dari benda itu.

b. Tahap Generalisasi berlebihan

Tahap ini berlangsung antara usia satu tahun setengah sampai dua tahun setengah (1:6 – 2:6). Pada tahap ini kanak-kanak mulai menggeneralisasikan makna suatu kata secara berlebihan. Tahap medan semantik

Tahap ini berlangsung antara usia dua tahun setengah sampai lima tahun ( 2:6 - 5:0 ). Pada tahap ini kanak-kanak mulai mengelompokkan kata-kata yang berkaitan ke dalam satu medan semantik. Tahap generalisasi

Tahap ini berlangsung setelah kanak-kanak berusia lima tahun. Pada tahap ini kanak-kanak telah mulai mampu mengenal benda-benda yang sama dari sudut persepsi, bahwa benda-benda itu mempunyai fitur-fitur semantic yang sama. Pengenalan ini semakin sempurna jika kanak-kanak semakin bertanbah usianya.

Dilapangan sudah sesuai dengan dilapangan, hanya saja ada terdapat perbedaan ada anak yang pemerolehan semantiknya lebih cepat dikarenakan lingkungan yang mempengaruhinya sehingga pemerolahan fitur-fitur lebih banyak.

DAFTAR PUSTAKA

Aminuddin, Semantik, Pengantar Studi tentang Makna, Malang : Sinar Baru Algesindo, 2003

Chaer, Abdul, Psikolinguistik Kajian Teoritik, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003,

Dardjowidjojo, Soenjono, Psikolinguistik : Pengantar Pemahaman Manusia, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia,

Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan teori yang didapati dengan observasi dan analisa yang penulis dapat penulis simpulkan

Labels: edit post