kali ini saya hanya sekedar mau bercerita tentang pengalaman pribadi yang selama ini membuat saya sadar bahawa sebenarnya, biaya bukanlah menjadi alasan untuk berhenti bersekolah, berikut ini cerita-cerita yang menjadi motivasi bagi diri saya pribadi untuk tetap terus bersekolah, walaupun dalam keadaan yang pas-pasan.

saya adalah seorang anak manusia yang lahir dari rahim seorang ibu yang sederhana, yang tidak pernah mengecap yang namanya bangku sekolah, ayah hanyalah seorang petani biasa yang hanya menggantungkan nasib kepada hasil panen dari kebun yang kecil dan sederhana juga, ketika umur 4 tahun saya mencoba pertama kali merasakan bangku sekolah, berawal dari Taman Kanak-Kanak Islam yang berada di sebuah kampung terpencil, saking terpencilnya, bahkan listrikpun tidak masuk pada waktu itu, saya masih ingat, ketika waktu kecil, jika seandainya ada mobil yang lewat di depan rumah, kami semua berlari bersama-sama ketepi jalan, sambil berteriak bersama sama ,, moobiiilllll,,,,, mobbillllll... mobill....... heheheheh emang udik banget ya kedengerannya, tetapi emang bagitulah kenyataanya.

beranjak umur 5 tahun, saya bilang pada ayah dirumah, yah,, saya ingin masuk sekolah SD seperti teman-teman yang lain, teman-teman saya tahun ini semuanya masuk sekolah SD, saya juga ingin masuk sekolah SD,...
kemudian sambil tersenyum ayah menjawab, Nak,,, umurmu kan masih 5 tahun, jangan dulu masuk sekolah SD kan masih kecil,, nanti kalo kamu udah umur 6 tahun, baru ayah akan sekolahkan kamu di SD,, kemudian ayah beratanya,, cita-cita kamu jadi apa??

dengan sangat sederhana saya menjawab, saya ingin jadi guru ngaji yah,,, heheh,heheh,, orang memiliki cita-cita yang sangat tinggi, ada yang ingin jadi dokter, presiden,pilot, dan sebagainya, dikala itu saya hanya bercita-cita menjadi seorang guru ngaji, hehehe sederhana sekali,,,dan akhirnya mungkin hanya saya orang yang merasakan sekolah di Taman Kanak-Kanak selama 2 tahun.

beranjak umur 6 tahun, akhirnya saya sekolah juga di SD setempat, dengan penuh bahagian dan penuh bangga setiap paginya saya berangkat sekolah jalan kaki dengan teman-teman saya melewati jalan setapak, sekitar lebih kurang 2 Kilo meter, walaupun lumayan jauh, namun saat - saat itu menjadi kenangan yang sangat indah bagi kami, namun ada kalanya juga malas-malasan pergi sekolah, hehehehhe,, namanya juga anak-anak,,, kadang masih sering ingat bermain, hehehe,,,

dengan keadaan yang sederhana, saya berangkat setiap harinya ke sekolah, bahkan terkadang, celana yang saya gunakan untuk sekolah, rasanya tidak mungkin lagi di pakai buat sekolah, sebab kalo istilah kami di kampung, celananya udah ada kacamatanya,, (ada bolongan dua di belakangnya),, namun dengan penuh Percaya dirinya saya tetap melangkah berjalan ke sekolah,

waktu kecil, saya tidak pernah memiliki mainan seperti yang dimiliki oleh anak-anak lainnya, teman-teman saya pada waktu itu terkadang membawa mainan mobil-mobilan kesekolah yang dibelikan oleh orang tuanya, saya dan teman-teman lainnya hanya dapat melihatnya saja, ngak berani minjam, takut rusak,,,,, namun kami tetap ingin juga memiliki mainan mobil-mobilan, akhrinya mobil-mobilan kami bikin sendiri, terkadang ada yang membikinnya dari pelepah kelapa, tau ada juga yang bikin dari bambu, dan ada juga yang memang dibuat dari papan yang di desain sekian rupa, sehingga menjadi sebuah mobil-mobilan cantik.

terkadang ada juga teman-teman lain yang kesekolah membawa mainan pistol-pistolan, yang dibelikan orang tuanya dipasar, kami juga ingin memiliki itu, akhirnya kami juga tidak habis akal, kami juga bikin pistol-pistolan mainan, dari bambu, yang pelurunya dari kertas dibasahkan lalu di masukkan kedalam bambu tersebut, kalo musim perang-perangan, setiap kami kemanapun pergi selalu membawa pistol-pistolan seperti itu. masa-masa itu memang sangat indah kalo dikenang, semua mainan yang kami mainkan hanyalah merupakan hasil dari karya tangan kami sendiri, tidak ada yang di beli dipasar.

enam tahun sudah berlalu, akhrinya saya tamat dari sekolah dasar dan melanjutkan ke Tsanawiyah yang ada di sana, kalo sekolah ini saya ceritakan, mungkin tidak perlu lagi, karna bagi yang pernah menonton film Laskar Pelangi, akan terlihat gambaran seperti apa sekolah kami dulu, sekolah itu hanya berdindingkan papan, hanya terdiri dari 4 ruangan, lokal kelas 1, kelas 2, kelas 3, dan kantor majelis guru.

namun walaupun dengan keadaan demikian, semangat untuk tetap terus bersekolah tidak pernah luntur, kami bahagia dengan keadaan yang kami miliki, ketika saya tamat dari bangku Tsanawiyah, saya ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, setingkat SLTA, namun pada saat itu saya kembali berfikir dan merenung, melihat keadaan orang tua saya yang hidup dalam keadaan yang pas-pasan, saya merasa sepertinya saya memang tidak akan pernah sampai masuk ke sokolah setingkat SLTA.

akhirnya saya mencoba mengutarakan apa yang saya rasakan kepada orang tua saya,, ayah,,,, sepertinya saya berhenti saja sekolah, tidak usah saya di masukkan sekolah ke SLTA dengan melihat kedaan kita seperti ini, biarlah saya sekolah hanya sampai disini saja,,,

namun dengan tegas ayah menjawab, nak, dengarkan ayah,,,,, walaupun ayah nantinya kemana-mana tidak akan pernah memakai alas kaki, kamu harus tetap sekolah, apapun yang terjadi, ,, Allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melaikan sebatas kemampuan umatnya, selama kamu masih mau sekolah, selama kamu masih memiliki niat yang tulus untuk bersekolah, Allah tidak akan menyia-nyiakan niat itu, pasti Allah akan selalu bukakan rezki untuk kita, tetaplah kamu bersekolah, walaupun dengan keadaan tertatih-tatih,,,, mendengar hal itu iba rasanya hati ini, namun melihat semangat yang diberikan oleh ayah waktu itu, saya kembali bersemangat untuk terus sekolah, akhrinya singkat cerita setelah tamat di Tsanawiyah, saya melanjutkan sekolah keluar daerah, masuk sekolah ke Madrasah Aliyah.

yang membuat saya tetap bersemangat melanjutkan sekolah ke tingkan yang lebih tinggi adalah, teman-teman saya. walaupun kami hanya berjumlah 13 orang yang berasal dari sekolah Tsanawiyah sederhana tersebut, namun kami semuanya melanjutkan sekolah ketingkat yang labih tinggi. kami tidak pernah merasa minder dengan apa yang kami miliki, dengan penuh bangga kami berani bersaing dengan teman-teman lainnya yang berasal dari sekolah yang berbeda yang lebih memiliki kelas dari pada kami, akhirnya saya lulus sekolah di satu-satunya sekolah Madrasah Aliyah Negeri yang ada di daerah saya pada waktu itu, dengan penuh bangga saya ketakan kepada guru saya, walapun kami berasal dari sekolah sederhana, namun kami mampu bersaing dengan anak-anak lain yang bersal dari sekolah yang lebih maju.

disekolah yang baru ini, saya bertemu dengan orang-orang yang bermacam-ragam modelnya, ada yang kaya dan ada juga yang miskin, namun itu bukanlah alasan untuk membeda-bedakan teman, semuanya, sama, karena daerah tempat saya sekolah jauh dari rumah, lebih kurang setengah hari perjalanan menggunakan mobil umum, akhirnya saya memutuskan untuk kos disana.

sebelum saya pergi tempat saya sekolah, dari rumah ayah berpesan,,, nak, yang menjadi modal bagimu saat ini untuk terus bersekolah adalah semangat yang kamu miliki, sekarang kamu bersekolah dengan bermodalkan nekat, ayah tidak tau apakah nanti kamu akan bisa menyelesaikan sekolah disana ataukah tidak, ayah juga belum tau, tapi yang jelas, semangat kamu untuk terus bersekolah, adalah motivasi bagi kami untuk terus mencari memenuhi kebutuhan yang kamu perlukan, satu hal yang ingin ayah tekankan, kamu di daerah orang berpandai-pandai, jangan lakukan hal yang salah.

ada satu kata yang membuat saya sedikit terenyuh dari kata-kata yang di keluarkan oleh ayah adalah " nak,,, kamu jangan pulang jika alasannya adalah rasa rindu kepada kami, karena biayanya besar untuk kamu kembali lagi kesekolah, namun jika kamu ada masalah, baru kamu boleh pulang atau dalam keadaan libur sekolah, kamu beru boleh pulang"....

dikala itu terasa sangat sedih rasanya. karena seumur hidup saya belum pernah berpisah denga keluarga, namun pada saat itu, saya harus berpisah dan hanya bisa bertemu dikala libur sekolah tiba, memang cukup menyakitkan, namun semangat untuk terus bersekolah dan juga harapan yang diberikan oleh orang tua adalah merupakan pijakan dasar bagi saya untuk tetap maju kedepan.

ketika berada di sekolah inilah saya merasakan dan menyadari bahwa sebenarnya biaya bukanlah menjadi alasan untuk berhenti sekolah, pada umumnya teman-teman saya bercerita kepada saya tentang permaslahan ekonomi keluarga meraka yang pas-pasan sehingga terkadang mereka merasa ingin berhenti bersekolah.

namun hanya motivasi yang dapat saya berikan kepada mereka, saya mengatakan seperti ini kepada meraka " Teman... sekarang coba kita semua kembali merenung, kita kembali mengenang masa lalu kita, dulu ketika kamu akan masuk sekolah dasar, apakah orang tuamu termasuk kepada golongan orang-orang yang mampu,,,?????

mereka menjawab "Tidak"...

kemudain saya bertanya lagi, " ketika kamu akan masuk ke sekolah SMP apakah orang tua kamu sudah menjadi orang yang mampu????

mereka menjawab, "Tidak".

lalu saya bertanya lagi,," ketika kamu ingin masuk kesekolah ini, apakah orang tua kamu sudah menjadi orang yang mampu???

mereka menjawab, "Tidak, masih sama perti itu"

sekarang coba kembali kalian fikirkan, mulai dari sekolah dasar, SMP dan sekarang SMA, selama itu kehidupan keluargamu kamu katakan tidak mampu, dan saya tau itu memang kenyataanya, namun ada hal yang selama ini terlupakan oleh mu, mulai dari SD, SMP dan SMA kamu berada dalam keadaan tidak mampu,,, lantas darimana kamu mendapatkan biaya hingga saat ini kamu masih bisa terus bersekolah??????

teman-temanku terdiam, dan tidak dapat berkata apa-apa, kemudian saya jelaskan, "Teman,, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah selama kamu berada di jalan yang benar dan niat yang tulus, selama niat dalam dirimu itu masih ada untuk tetap terus bersekolah maka Allah tidak akan menyianyiakan itu, sekarang kamu telah mersakan sendiri buktinya, selama lebih dari 9 tahun kamu bersekolah, dan hingga saat ini, ternyata kamu masih tetap bisa berada di sekolah, dari mana kamu mendapatkan uang untuk biaya sekolahmu selama itu?????

kemudian saya bilang pada teman-teman saya... "Teman, dulu saya juga berfikiran sama seperti apa yang kalian fikirkan, saya ingin berhenti bersekolah untuk membatu orang tua saya di kebun mencari nafkah, namun akhirnya saya sadar bahwa sebenarnya rezki masing-masing kita telah ada di sediakan oleh Allah untuk kita, namun jika kita berputus asa untuk mendapatkan reski yang telah ia sediakan tersebut, maka kita tidak akan mendapatkannya,,,,

akhirnya temanku pun tertunduk menangis, mengingat apa yang selama ini ia fikirkan, akhirnya ia kembali bersemangat untuk terus bersekolah, dan alhamdulillah,, sekarang kami telah duduk di bangku perkuliahan yang sama,,,

walaupun kami berasal dari keluarga yang tidak mampu, namun kami yakin rezki kami untuk sekolah sudah ada di sediakan oleh Allah SWT, selama kami masih tetap berada di jalan yang benar dan niat yang tulus, ia akan selalu memberikan itu kepada kami.

cerita ini sengaja saya tuliskan, untuk memberikan motivasi kepada teman-teman saya yang lain, bahwa biaya bukanlah menjadi alasan untuk berhenti bersekolah, selama niat itu tulus dan suci,

dan bagi teman-teman saya yang memiliki kehidupan yang lebih mapan, saya sangat marah dan jengkel kalo mereka tidak sekolah, karena mereka mampu untuk terus sekolah namun mereka malah memilih jalan berhenti bersekolah, sementara itu diluar sana, banyak orang-orang yang sangant ingin sekali untuk terus bersekolah, namun mereka tidak bisa karena memang keadaan sendiri yang tidak mengizinkan mereka.

bersyukurlah teman, dengan apa yang kalian miliki, rasa syukur itulah yang akan membawamu ke jenjang yang labih tinggi derjatnya disisiNya..

tetaplah bersemangat untuk terus bersekolah, walaupun tertatih--tataih, karna memang itulah ujiannya yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang mau berjalan di jalan yang benar.

semoga saja tulisan ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya, amin,,,,


Labels: edit post